Thursday, January 12, 2012

Sejarah Pendidikan Islam di Spanyol

A.    Islam Masuk ke Spanyol
Kondisi Spanyol prakedatangan Islam sungguh sangat memprihatinkan, terutama ketika masa pemerintahan Raja Gothic yang melaksanakan pemerintahannya dengan besi. Kondisi ini menyebabkan rakyat spanyol menderita dan tertekan. Mereka sangat merindukan datangnya kekuatan Ratu Adil sebagai sebuah kekuatan yang mampu mengeluarkan mereka saat itu.

Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia, yang diambil dari  sebutan tanah semenanjung Iberia. Julukan Andalusia ini berasal dari kata Vandalusia, yang artinya negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum mereka dikalahkan oleh bangsa Gothia Barat pada abad V. Daerah ini dikuasai oleh Islam setelah penguasa Bani Umayyah merebut tanah semenanjung ini dari bangsa Gothi Barat pada masa khalifah Al-walid ibn Abdul Malik.
Islam masuk ke Spanyol (Cordoba) pada tahun 93 H (711 M) di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad yang memimpin angkatan perang Islam untuk membuka Andalusia. Andalusia dapat ditaklukkan dengan mudah oleh Thariq bin Ziyad bersama panglimanya yang bernama <ughith Ar-Rumi ke Cordoba yang membawa 700 orang pasuan berkuda.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam  memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol itu dapat dibagi empat periode, yaitu :
1.    Periode Pertama (711-755 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang dingkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum terkendali gangguan keamanan masih banyak terjadi di beberapa wilayah, karena pada masa ini adalah masa peletakan dasar, asas dan tujuan invansi Islam di Spanyol. Hal ini ditandai dengan adanya gangguan dari berbagai pihak yang tidak senang terhadap Islam. Sentralisasi kekuasaan ini masih di bawah Daulat Umayyah di Damaskus.
2.    Periode kedua (755-912 M)
Islam di Spanyol memberi pengaruh yang besar dalam kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan di Eropa. Baik dari politik maupun peradaban. Abdur Rahman Ad-Dakhil mendirikan mesjid Cordoba dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol.
3.    Periode ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung dimulai dari pemerintahan Abd Al-Rahman III yang bergelar “An-Nasir” sampai munculnya Muluk al-Thawaif (raja-raja kelompok). Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar “khalifah”. Islam mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi Daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Al-Rahman mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku.
Prestasi umat Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan kerja keras melalui beberapa tahap sistem pengembangan, baik melalui adaptasi maupun adopsi. Apa yang mereka lakukan tersebut sejalan dengan istilah sekarang yaitu islamisasi ilmu pengetahuan yang berasal dari khazanah non Islam.
4.    Periode keempat (1013-1086 M)
Pada peride ini Spanyol terpecah menjadi lebih dari tigapuluh negara kecil di bawah Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah perintah raja-raja golongan. Pada masa ini umat Islam di Spanyol mengalami pertikaian internal.


B.    Pendidikan Islam di Spanyol
Meskipun terdapat persaingan antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol, namun hubungan budaya antara timur dan barat tidak selalu berupa peperangan. Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan yang sangat brilian dalam bentangan sejaarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa pada abad XII. Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman.

Kekuatan intelektual muslim Spanyol sebenarnya baru dimulai pada abad kesepuluh, tetapi konstribusinya yang paling signifikan baru dilakukan selama periode paruh terakhir pada abad kesebelas hingga pertengahan abad ketiga belas. Pada saat ini Spanyol telah memantapkan bangunan fondasinya dalam dunia ilmu pengetahuan, yang telah dirintisnya beberapa waktu sebelumnya, termasuk diantaranya adalah dengan mulai masuknya Islam sejak abad ke VII.

Guna melakukan sosialisasi ilmu pengetahuan lebih lanjut, khalifah Abdul Rahman III mencoba merintisnya dengan mendirikan Universitas cordova sebagai pusat ilmu pengetahuan. Universitas ini mengambil tempat di sebuah mesjid. Pada masa pemerintahan Al-Hakam II (961-976 M), universitas tersebut diperluas lokasinya, dan bahkan mendatangkan para profesor dari timur (Al-azhar dan Nizamiyah) sebagai dosen undangan untuk memberikan perkuliahan disana.
Pola lembaga pendidikan yang ditawarkan pada masa itu telah emiliki kesamaan stratifikasi dengan pendidikan saat ini. Kesamaan itu adalah dengan diterapkannya tingkatan-tingkatan kelas tertentu dalam proses pendidikannya.

Lembaga pendidikan Spanyol Islam tidak bersifat parsial, akan tetapi bersifat integral. Sistem pendidikannnya tidak mengenal “isme” tertentu. Semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam pendidikan. Pendidikan Spanyol Islam memberlakukan kurikulum universal dan komprehensif. Artinya, menawarkan materi pendidikan agama dan umum secara integral pada setiap tingkatan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Metode yang biasa diterapkan, dapat dibagi kepada 2 macam, yaitu :
1.    Metode bagi pendidikan formal. Pada pendidikan ini guru di atas podium. Ia memberikan materi pelajaran dengan membacakan manuskrip. Setelah itu guru menjelaskan kemudian materi itu di diskusikan bersama. Para pelajar diberikan kebebasan untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat, bahkan diperkenankan untuk berbeda pendapat.
2.    Metode pendidikan bagi pendidikan non formal, baik di istana maupun di luar istana. Model pendidikan ini menggunakan metode halaqah. Posisi guru berada di antara para pengunjung.
Berbagai khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.

Pada dunia pendidikan Islam, yang di kawasan Timur mulai dikenal dengan madrasah, namun istilah madrasah ini belum banyak dikenal di kawasan Andalusia. Mesjid dan perpustakaan masih menjadi basis dalam pengembangan dunia ilmu pengetahuan. Istilah madrasah dikenal di Andalusia hingga abad ke 13 M. Baru pada pertengahan abad ke 14 M, sebuah bangunan madrasah yang besar didirikan di Granada oleh penguasa Nasrid, yaitu Yusuf Abu al-Hajjaj pada tahun 750 H. Pembangunan madrasah di Granada tersebut akhirnya menjadi contoh bagi pendirian madrasah-madrasah di tempat lain di Andalusia.
Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol terbagi 2 bagian yaitu :

1.    Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran yang meliputi fiqih bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.

a.    Fiqih
Spanyol Islam menganut mazhab maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi fiqih dari mazhab Imam Maliki. Ahli fiqihnya antara lain Abu Bakr ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.

b.    Bahasa dan Sastra
Karena bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dan bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Bahasa Arab ini diajarkan kepada murid-murid dan para pelajar, baik Islam maupun non Islam. Diantara ahli bahasa yang termasyur ialah Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah.

c.    Musik dan Kesenian
Syair merupakan ekspresi utama dari peradaban Spanyol. Pada dasarnya sya’ir Spanyol didasarkan pada model-model sya’ir Arab yang membangkitkan sentimen prajurit dan interes faksional para penakluk Arab.

2.    Pendidikan Tinggi
Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketiga belas. Bani Umayyah yang berada dibawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan kepada para sarjana.
Ia telah membangun Universitas Cordova berdampingan dengan mesjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya, yaitu Al-Azhan dan Nizhamiyah. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar 4 juta buku. Mata kuliah yang diberikan di universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi.

a.    Filsafat
Atas inisiatif Al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah abu Bakr Muhammad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah dll.

b.    Bidang sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Farnas termasyur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia adalh orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu dll.
Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam melahirkan Ibn Jubair dari Valencia menulis tentang negeri-negeri muslim di Mediterania dan Sicilia dll




C.    Faktor-faktor Pendukung Kemajuan Pendidikan Islam di Spanyol dan Meredupnya Pengaruh Islam.

Faktor-faktor pendukung kemajuan pendidikan Islam di Spanyol yaitu :
1.    Adanya dukungan dari para penguasa. Kemajuan Spanyol Islam sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa serta mencintai ilmu pengetahuan, juga memberi dukungan dan penghargaan terhadap para ilmuwan dan cendikiawan.
2.    Didirikannya sekolah-sekolah dan universitas di beberapa kora Spanyol. Serta dibangunnya perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku yang cukup banyak.
3.    Banyaknya para sarjana Islam yangdatang dari ujung Timur sampai ujung Barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan bermacam gagasan
4.    Adanya persaingan antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol dalam biadang ilmu pengetahuan dan peradaban.

Faktor kemunduran Spanyol, antara lain :
1.    Adanya keretakan antara kelas atas dan bawah dimana tidak adanya komunikasi politik yang intensif. Antara pegawai istana, ulama dan penguasa ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang erat dengan masyarakat malah lebih mengutamakan dan selalu bergantung pada pemerintahan.
2.    Karena secara alamiyah wilayah Spanyol bergunung-gunung, dan secara demografis sudah terbentuk berbagai komunitas politik kesukuan, upaya menyatukan wilayah memang menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Kedua hal inilah yang mudah dimanfaatkan untuk memunculkan gerakan tokoh-tokoh lokal, raja-raja kecil, sebuah alasan politik untuk mensejahterakan rakyat-rakyat di daerahnya masing-masing.

Kekalahan-kekalahan muslimin terhadap orang kristen Spanyol turut memengaruhi kehidupan dunia pendidikan Islam dikawasan Andalusia. Pengusiran-pengusiran yang dilakukan oleh penguasa Kristen Spenyol telah berpengaruh besar, bukan saja terhadap kehidupan dunia pendidikan Islam, namun juga umat Islam di Spanyol.

Pada tahun 1609 M dapat dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Dengan demikian, dunia pendidikan Islam, khususnya madrasah hanya berjalan sebentar saja di Andalusia, yaitu kurang lebih selama atu setengah abad. Hal ini juga tidak terlepas dari pasang surutnya dunia Islam di Spanyol saat itu. Namun besarnya peranan Spanyol mengantarkan dunia Eropa memasuki periode baru yaitu masa kebangkitan.

No comments:

Post a Comment