BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu merupakan
pengetahuan yang dilakukan sejak bangku sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Tanpa rasa ingin tahu maka
pengetahuan tidak akan ada.
Manusia merupakan satu-satunya
makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga
mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan
hidupnya berbeda dengan tujuan pendidikan manusia.
Manusia pada
hakikatnya merupakan makhluk berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Kumpulan
manusia yang tinggal bersamaan dalam satu wilayah dinamakan masyarakat.
Pengetahuan mampu
dikembangkan manusia karena anusia mempunyai bahasa yang mampu
mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi
tersebut serta manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka
berpikir tertentu. Cara berpikir disebut dengan penalaran.
B. Tujuan
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Ilmu Pengetahuan
Ilmu menurut The
Liang Gie (dalam Surajiyo, 2007) adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang
mencari penjeasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional
empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya dan keseluruhan pengetahuan
sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti.
Mohnmmad Hatta,
mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum
kausal dalam suatu gotongan masalah yang tabiatnya, maupun menunit kedudukannya
tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam. Karl Pearson,
mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten
tenung fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana, (Amsal Bakhliar. 2004,
htm. 15)
Pengetahuan (Surajiyo:2007)
adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang
mengenal tentang sesuatu. Semua pengetahuan hanya dikenal dan ada didalam
pikiran manusia, tanpa pikiran pengetahuan tidak akan eksis.
Bahm ( dalam
Mustansyir dkk,2001) menyebutkan hal penting yang berfungsi untuk membentuk pikiran
manusia yaitu mengamati (observes), menyelidiki (inquires), percaya (believes),
hasrat (desires), maksud (intendes), mengatur(organizes), menyesuaikan (adapt),
dan menikmati (enjoys).
Ilmu pengetahuan (
Surajiyo: 2007) diambil dari kata bahasa inggris science, berasal dari bahasa
latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti memelajari dan
mengetahui.
Hubungan ilmu dan
pengetahuan dijelaskan oleh The Liang Gie (1987) yang memberi penjelasan
bahwa ilmu sebagai aktivitas ilmiah
dapat berwujud penelaahan, penyelidikan, usaha untuk menemukan atau pencarian.
Aktivitas
Ilmu
Metode Pengetahuan
Dalam bagan tersebut
memerlihatkan bahwa ilmu harus dusahakan dengan aktivitas manusia, aktivitas
itu harus dilaksanakan dengan metode tertentu dan akhirnya aktivitas metodis
itu mendatangkan pengetahuan yang sistematis,
Adapun Daoed Jocsoef (1987)
menunjukkan bahwa pengertian ilmu mengacu pada tiga hal, yaitu produk, proses,
dan masyarakat. Ilmu pengetahuan sebagai produk, yaitu pengetahuan yang telah
diketahui dan diakui kebenarannya oleh masyarakat ilmuwan. Pengetahuan ilmiah
dalam hal ini terbatas pada kenyataan- kenyataan yang mengandung kemungkinan
untuk disepakati dan terbuka untuk diteliti, diuji, dan dibantah oleh
seseorang.
Ilmu pengetahuan sebagai
proses artinya, kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan demi penemuan dan
pemahaman dunia alami sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita
kehendaki. Metode ilmiah yang khas dipakai dalam proses ini adalah
analisis-rasional, objektif, sejauh mungkin 'impersonal' dari masalah-masalah
yang didasarkan pada percobaan dan data yang dapat diamati.
Ilmu pengetahuan sebagai
masyarakat artinya dunia pergaulan yang tindak- tanduknya, perilaku dan sikap
serta tutur katanya diatur oleh empat ketentuan yaitu universalisme,
komunalisme, tanpa pamrih, dan skeptisisme yang teratur.
Adapun menurut Bahm (
dalam Koento Wibisono, 1997) definisi ilmu pengetahuan melibatkan paling tidak
enam macam komponen yaitu masalah (problem), sikap (attitude), metode (method),
aktivitas (activity), kesimpulan (conclusion) dan pengaruh (effect).
1. Masalah
(problem)
Ada tiga
karakteristik yang harus dipenuhi untuk menunjukan bahwa suatu masalah bersifat
scientific yaitu communicability ( dapat dikomunikasikan), the scientific
attitude (memenuhi karakteristik ilmiah) dan the scientific method ( harus
dapat duji).
2. Sikap
(attitude)
Karakteristik yang
harus di penuhi yaitu curosity yaitu
adanya rasa ingin tahu tentang bagaimana sesuatu itu ada. Speculativeness, harus mempunyai usaha dan hasrat untuk mencoba
memecahkan masalah melalui hiopotesis-hipotesis yang diusulkan.
Willingness
to be objective, hasrat dan usaha untuk bersikap dan
bertindak objektif. Willingness to
suspend judgement, bertindak sabar dalam mengadakan observasi dan bersikap
bijaksana dalam menentukan kebijakan berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan
karena apa yang diketemukan masih serba tentative.
3. Metode
(method)
Sifat scientific method berkenaan dengan
hipotesis yang kemudian diuji. Esensi science terletak pada metodenya.
Science sebagai teori, merupakan sesuatu
yang selalu berubah. Berkenaan dengan sifat metode scientific, para scientist
tidak selalu memiliki ide yang pasti yang dapat ditunjukansebagai sesuatu yang
absolute dan mutlak.
4. Aktivitas
(activity)
Aktivitas terdiri
dari dua aspek yaitu aspek individual dan aspek social. Aspek individual,
science adalah aktivitas yang dilakukan oleh sesorang. Sedangkan aspek social,
science has become avast nstitutional undertaking. Scientist menyuarakan
kelompok orang-orang elite dan science merupakan a never ending jouney atau a
never ending effort.
5. Kesimpulan
(conclusions)
Kesimpulan merupakan
pemahaman yang dicapai sebagai hasil pemecahan masalah adalah tujuan dari
science, yang diakhiri dengan pembenaran sikap, metode dan aktivitas.
6. Beberapa
pengaruh (effect)
Sebagaimana dari apa
yang dihasilkan melalui science pada gilirannya member berbagai pengaruh.
Pertimbangannya dibatasi oleh dua penekanan yaitu pengaruh ilmu terhadap
ekologi melalui apa yang disebut applied science dan pengaruh ilmu terhadap
atau dalam masyarakat serta membedayakannnyamenjadi beberapa nilai.
B.
Sejarah
Ilmu Pengetahuan
Pemikiran filsafat
banyak dipengaruhi oleh lingkiungan. Namun pada dasarnya filsafat muncul dari
sifat religius, baik di Barat, India maupun Cina. Untuk sejarah perkembangan
ilmu pengetahuan mengacu pada pemikiran filsafat di Barat karena filsafat di
Barat tidak terkandung unsur mitos dan rasio lebih menonjol.
Periode filsafat
Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena
pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitos menjadi lebih
rasional. Perubahan pola pikir tersebut kelihatannya sederhana, tetapi memiliki
dampak yang besar. Manusia yang dulunya pasif dalam menghadapi fenomena alam
menjadi lebih aktif dan kreatif, sehingga alam dijadikan objek penelitian dan
dikaji lebih dalam. Dari proses inilah lahir ilmu pengetahuan. Jadi ilmu
tidaklah lahir secara instan, tetapi bertahap secara periodik. Berikut
merupakan tahap lahirnya ilmu pengetahuan:
1.
Zaman Pra Yunani Kuno (B)
Pada
zaman ini manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Oleh karena itu
zaman pra Yunani Kuno disebut zaman batu. Pada abad ke-6 SM di Yunani lahirlah
filsafat. Timbulnya filsafat di tempat itu disebut peristiwa ajaib. Ada
beberapa faktor yang sudah mendahului dan seakan-akan mempersiapkan lahirnya
filsafatdi Yunani yaitu sebagai berikut:
a.
Mitos dianggap sebagai perintis yang
mendahuluifilsafat, karena mitos sudah merupakan percobaan untuk mengerti.
Mitos sudah memberi jawaban atas pertanyaan yang ada pada manusia. Bangsa
Yunani mengadakan beberapa usaha untuk menyusun mitos-mitos yang diceritakan
oleh rakyat menjadi suatu keseluruhan yang sistematis.
b.
Kesusastraan Yunani
c.
Pengaruh ilmu pengetahuan yang pada waktu itu
sudah terdapat di Timur Kuno. h. 80
2.
Zaman Yunani Kuno (C)
Zaman
Yunani Kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini
orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapat. Yunani pada
masa itu dianggap sebagai gudang ilmu atau filsafat, karena bangsa Yunani pada
masa itu tidak lagi mempercayai mitos-mitos. Bangsa Yunani juga tidak dapat menerima
pengalaman yang didasarkan pada sikap menerima, melainkan menumbuhkan (blm
lgkap h. 82)
3.
Zaman Abad Pertengahan
Periode
pada masa ini mempunyai perbedaan yang mencolok dengan abad sebelumnya.
Perbedaan tersebut terletak pada dominasi agama. Para ilmuwan pada masa ini
hampir semua para teolog, sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas
keagamaan. Timbulnya agama Kristen yang diajarkan oleh Nabi Isa as, membawa
perubahan besar terhadap kepercayaan agama. Agama Kristen menjadi problema
kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhan merupakan kebenaran sejati.
Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran
dapat dicapai oleh kemampuan akal. H. 85
4.
Zaman Renaissance (E)
Zaman
Renaissance ditandai dengan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari
dogma-dogma agama. Renaissance adalah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad
Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Penemuan ilmu
pengetahuan modern sudah mulai dirintis.ilmu pengetahuan yang berkembang maju
pada masa itu adalah bidang astronomi. H. 86
5.
Zaman Modern (F)
Zaman
modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu
pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya telah dirintis sejak zaman
Renaissance. Seperti Rene Descartes, tokoh yang terkenal senagai bapak filsafat
modern dan juga seorang ahli ilmu pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah
sistem koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. h.
87
6.
Zaman Kontemporer
Di
antara ilmu khusus yang dibicarakan oleh para filsuf, bidang fisika menempati
kedudukan tertinggi. Fisikawan termasyur abad ke 20 adalah Albert Einstein. Ia
menyatakan bahwa alam itu tidak berhingga besarnya dan tidak terbatas, tetapi
juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke
waktu. Di samping teori mengenai fisika, alam semesta, dan lain-lain. Zaman
kontemporer ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi
komunikasi dan informasi menjadi teknologi yang berkembang sangat pesat,
sehingga terjadi spesialisasi ilmu yang semakin tajam. H. 89
C.
Dasar-dasar
pengetahuan
Sepanjang sejarah
manusia dalam usaha memahami dunia sekelilingnya mengenal dua sarana yaitu
pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) dan penjelasan gaib (mystical
exlpanataion). Menurut The Liang Gie ( dalam Surajiyo, 2007) hubungan antara
pengetahuan ilmiah, penjelasan gaib dan persoalan ilmiah dapat diperjelas
dengan bagan berikut
.
Dalam bagan tersebut
terdapat tiga bidang yang saling berhubungan, yaitu
I. Bidang pengetahuan ilmiah, merupakan
kumpulan hipotesis yang terbukti sah.
II. Bidang persoalan ilmiah, merupakan
kumpulan hipotesis yang dapat diuji tetapi belum terbukti sah.
III. Penjelasan mistis merupakan kumpulan
hipotesis yang tidak dapat diuji sahnya.
Berikut
beberapa dasar-dasar pengetahuan yaitu:
1. Penalaran
merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa
pengetahuan yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menentukan kebenaran.[1] Berpikir merupakan
kegiatan menemukan pengetahuan. Sebagai suatu kerangka berpikir maka penalaran
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Logika
yaitu suatu pola pikir secara luas. Kegiatan berpikir bisa disebut logis bila
ditinjau dari sudut pandang logika tertentu, dan tidak logis bila ditinjau dari
sudut pandang logika yang lain.
b. Bersifat
analitik. Penelaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri
kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang dipergunakan untuk analisis
adalah logika. Untuk melakukan kegiatan
analisis maka penalaran harus diisi dengan materi pengetahuan yang berasal dari
suatu sumber kebenaran. Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada
dasarnya bersumber pada rasio dan fakta.
D.
Ciri-ciri
Ilmu Pengetahuan
Agar dapat diperoleh kejelasan tentunya
dengan mempergunakan metode relevan untuk mencapai kebenaran yang cocok dengan
keadaan yang sesungguhnya. (Abbas Hamami Mintaredja, 1980)
Menurut The Liang Gie ilmu pengetahuan
atau pengetahuan ilmiah mempunyai 5 ciri pokok yaitu sebagai berikut:
1.
Empiris, pengetahuan itu diperoleh
berdasarkan pengamatan dan percobaan
2.
Sistematis, berbagai keterangan dan data yang
tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan
teratur
3.
Objektif, ilmu berarti pengetahuan itu bebas
dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi
4.
Analitis, pengetahuan ilmiah berusaha
membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang terperinci untuk memahami
berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu;
5.
Verifikatif, dapat diperiksa kebenarannya
oleh siapa pun juga.
Van Melsen (1985) mengemukakan ada delapan
ciri yang menandai ilmu, yaitu sebagai berikut.
1.
Ilmu
pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang secara logis
koheren. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) maupun harus
(susunan logis).
2.
Ilmu
pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab
ilmuwan.
3.
Universalitas
ilmu pengetahuan.
4. Objektivitas, artinya
setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi olehprasangka-prasangka
subjektif.
5. Ilmu pengetahuan
harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena
itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan.
6. Progresivitas,
artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila
mengandung pertanyaan baru dan menimbullkan proble baru lagi.
7. Kritis, artinya tidak
ada teori yang definitif, setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis
yang memanfaatkan data-data baru
8. Ilmu pengetahuan
harus dapat digunakan sebagai perwujuaan kebertautan antara teori dengan
praktis.
A.
Peranan
Ilmu Pengetahuan dalam Masyarakat
Peradaban
manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Berkat kemajuan
ilmu pengetahuan maka pemenuhan kebutuhan manusia lebih cepat dan lebih mudah
untuk dilakukan seperti dalam bidang komunikasi, kesehatan, pendidikan,
transportasi dll. Peranan ilmu pengetahuan diantaranya terhadap kebutuhan pokok
manusia, yaitu; pangan dan sandang,ada yang positif dan ada juga yang negatif.
1. Pangan(makanan)
a. Ditemukan bibit unggul yang dalam waktu
singkat dapat diproduksi berlipat ganda.
b. Digunakan
mekanisasi pertanian untuk memungut hasil produksi sehingga hasilnya lebih
besar bila dubandingkan dengan menggunakan tenaga manusia.
c. Diterapkannya
cara memupukan yang tepat serta digunakannya bakteri yang sanggup memperkuat
akar tanaman dengan mengambl zat hara dengan lebh baik sehingga hasilnya
bertambah banyak.
d. Digunakan bioteknologi(misalnya hormone
tumbuhan), untuk merangsang tumbuhnya daun, bunga, atau buah sehingga tumbuh
lebih banyak .
2. Sandang (pakaian)
a. Menolong manusaia dalam pengadaan sandang
dengan adanya mesin tekstil sehngga mempercepat proses pembuatan pakaian.
b. Telah ditemukanya serat sentises, baik yang
membuat dari pokok-pokok kayu yang diproses secara kimia menjadi benang(rayon)
maupun dari bah menjadi galian seperti
hasil sulingan batubara dan minyak bumi yang dapat diperoses menjadi serat
sintesis sepert poliester.
c. Dengan kemajuan teknologi kata tidak perlu
menunggu terlalu lama hasil serat tanaman kapas karena dengan serat sintesis,
pembuatan tekstil dapat dlakukan secara besar besaran dalam waktu yang singkat.
Peranan
ilmu pengetahuan dalam kebudayaan masyarakat yaitu:
a. Perkembangan
ilmu pengetahuan dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru, dimana sumber
daya manusia dapat berperan baik tenaga maupun pikiran.
b. Perkembangan ilmu pengetahuan menaikan
kualitas sumber daya manusia(keterampilan dan kecerdasan manusia).
c. Perkembangan ilmu pengetahuan membuata budaya
berkembang dan mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk hidup lebih layak,
dengan begitu diadakannya pendidikan.
[1]
Suriasumantri, Jujun. (2005). Filsafat
Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, h. 42
1 comment:
Blackjack, Craps, and Roulette - Mapyro
A guide to 제주도 출장안마 blackjack, craps, 영주 출장마사지 and roulette. Find blackjack's roulette table in a 용인 출장안마 location near the Boardwalk. 라이브 스코어 사이트 This casino also features an indoor pool. 청주 출장마사지
Post a Comment