Thursday, April 19, 2012

Kontribusi Sosiologi Pendidikan


A.        Sistem Persekolahan sebagai Suatu Organisasi Formal
Tempo dulu masyarakat sederhana belum mengenal lembaga-lembaga resmi yang mengatur penyaluran kebutuhankebutuhan hidup mereka. Seiring dengan bergulirnya roda sejarah kehidupan, maka prestasi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh manusia menjadi sedemikian kompleks, sehingga pada fase inilah konsep pengetahuan dan kemampuan–kemampuan gemilangnya telah menjadi penentu arah kehidupan di masa yang akan datang.
Beberapa faktor telah melatarbelakangi terbentuknya lembaga-lembaga tertentu untuk mengelola alokasi pemenuhan kebutuhan di antaranya, (1) pertumbuhan jumlah populasi manusia yang mempengaruhi tingkat penguasaan dan ketersediaan sumber daya alam, (2) kompleksnya pranata kebudayaan dan mekanisme pengetahuan beserta teknologi terapan, dan (3) implikasi tingkat akal budi dan mentalitas manusia yang kian rasional.[1]
Secara singkat, terbentuknya lembaga pendidikan merupakan konsekuensi logis dari taraf perkembangan masyarakat yang sudah kompleks. Sehingga untuk mengorganisasikan perangkatperangkat pengetahuan dan keterampilan tidak memungkinkan ditangani secara langsung oleh masing-masing keluarga. Perlunya pihak lain yang secara khusus mengurusi organisasi dan apresiasi pengetahuan serta mengupayakan untuk ditransformasikan kepada para generasi muda agar terjamin kelestariaannya merupakancetak biru kekuatan yang melatarbelakangi berdirinya sekolah sebagai lembaga pendidikan.
Sekolah sebagai suatu sistem, menurut tinjauan sosiologi memiliki kharakteristik yaitu 1. sistem persekolahan mempunyai suatu tujuan. Tujuan menjadi arah dan mengarahkan sistem sosial bersangkutan, 2. Dalam organisasi persekolahan terdapat suatu arus jaringan kerja dari sejumlah posisi yang saling terkait di dalam rangka mencapai tujuan organisasi.[2]
Keberadaan sekolah yang mewarnai dunia kehidupan manusia saat ini merupakan sebuah keniscayaan peradaban modern yang lekat dengan renik-renik pergulatan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi mutakhir. Sementara melihat konteks sosial yang terbentuk dapat dijawab pula sekolah juga masuk dalam kategori-kategori organisasi pada umumnya yang mengemban konsekuensi-konsekuensi organisatoris.
Organisasi formal sistem persekolahan, sebenarnya kabur tujuan, dan bahkan tergolong membingungkan. Situasi agak berbeda bila dibandingkan dengan organisasi formal sistem persekolahan. Kata-kata “untuk mendidik anak-anak” merupakan pernyataan kabur yang kurang berarti, kecuali kalau tujuan pendidikan tersebut lebih spesifik.[3]
Kompleks pertentangan tersebut merupakan derivasi dari perangkat-perangkat manusia yang memiliki peran-peran spesifik di lembaga sekolah. Banyak buku teks yang mengemukakan tentang peranan guru dan adminsitratur pendidikan seolah-olah harmonis dan serba sinergis. Padahal kenyataan membuktikan, salah satu faktor yang memberatkan kerja organisasi adalah gejala kesalahpahaman untuk memahami kawan sekerja berkenaan dengan hak dan kewajiban yang berbeda sesuai dengan status pekerjaannya.
Kecenderungan yang terjadi, hampir semua tanggung jawab dan tugas sekolah yang berhubungan dengan siswa selalu dilimpahkan kepada seorang guru. Sedangkan pemberitaan fungsi-fungsi peran yang berbeda baik dari aspek bimbingan konseling, pelayanan birokrasi dan keuangan, serta peran penegak ketertiban dan kedisplinan tidak pernah tersiar secara utuh kepada para siswa.
Para praktisi pendidikan perlu menyadari bahwa sumber pokok kontraversi dikalangan mereka serta adanya kesamaan pendapat mengenai batasan peranan para pemegang posisi pendidikan, juga tampil sebagai suatu yang patut diragukan.
Ketegangan-ketegangan di dalam sistem persekolahan, bisa jadi bersumber dari adanya perselisihan pendapat di antara para pemegang posisi kependidikan mengenai hak dan kewajiban masing-masing, serta adanya konflik intern yang berlangsung di dalam dirinya berbagai posisi jabatan kependidikan.
Yang dimaksud konflik intern adalah konflik harapan dari pihak lainnya yang dihadapkan pada para pemegang satu posisi tertentu. Misalnya, beberapa guru mengharapakan kepala sekolahnya membawa setiap masalah sekolah ke dalam rapat dewan guru, sedangkan sebagian lainnya tidak mengharapkan membuka semua permasalahan di forum rapat dewan guru.
Dalam analisis sosiologis, konflik peranan di lingkup internal sekolah disebabkan pada rangkaian hak dan kewajiban yang mempengaruhi harapan para pemegang status pekerjaan.[4] Dalam waktu yang sama kepala sekolah mengharapkan para guru selalu tertib dalam melaksanakan pengajaran.
Sementara guru sendiri selalu berkeinginan memberikan ragam materi yang selengkap-lengkapnya kepada para siswa. Hal ini tentu bertentangan dengan asumsi umum para siswa yang jelas-jelas berharap agar para guru tidak terlalu banyak menyodorkan materi yang harus mereka hafalkan. Hal tersebut tentunya semakin menjauhkan kesadaran warga sekolah mengenai hakikat mendasar dari fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan.
Mereka semakin jauh terjerumus pada labirin-labirin pertentangan seputar ritual-ritual teknis pemenuhan kebutuhan organisasional. Dari sini tujuan awal penerapan adminstrasi pendidikan untuk mempermudah lembaga sekolah dalam menjalankan fungsi-fungsi edukatif beralih menjadi raksasa permasalahan yang selalu menggelayuti mentalitas warganya.
Tentu saja dalam hal ini sumbangsih teori sosiologi cukup strategis guna memberikan gambaran komperhensif tentang gurita konflik yang terbentuk di lingkungan sekolah dalam kaitan pertentangan antarperan. Dengan begitu, para praktisi pendidikan diharapkan memiliki bahan mentah yang lengkap mengenai polapola sosial yang tersusun di dunia pendidikan formal beserta varian-varian permasalahannya.
Untuk diingat, memandang sekolah sebagai suatu organisasi formal dari kacamata sosiologis mengisyaratkan adanya rintangan organisasi yang besar untuk bisa berfungsi secara efektif. Ada 2 faktor penyebabnya yaitu : kurangnya kata persetujuan mengenai tujuan organisasi sekolah itu sendiri, dan kurangnya kesepakatan tentang batasan peranan dari masing-masing pemegang posisi kependidikan.[5]
B.        Kegiatan Kelas sebagai Suatu Sistem Sosial
Pada dasarnya, proses-proses pendidikan yang sesungguhnya adalah interaksi kegiatan yang berlangsung di ruang kelas. Untuk keperluan tersebut pembahasan mengenai kegiatan kelas menempati sub-topik tersendiri dalam susunan kajian topik ini. Dari sudut sosiologi beberapa pendekatan telah digunakan sebagai alat analisis untuk mengamati proses-proses yang terjadi di ruang kelas.
Berdasarkan pandangan mengenai fungsi proses belajar di kelas terdapat kegiatan kelas yang mengandung sistem sosial, yaitu :
1.             Kompetisi/persaingan
Analisis Coleman tentang struktur kompetisi beserta pengaruhnya terhadap prestsi belajar, secara nyata mempunyai implikasi untuk mengisolasikan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi “hasil belajar” suatu kelas. [6]
2.             Sosio metrik (suka/tidak suka)
Dalam hubungan ini, kontribusi empiris utama dari para sosiologi adalah struktur sosiometrik di kelas, dan memilih sumber-sumber tekanan dan ketegangan yang dihadapi guru-guru dikelas. Dalam hubungannya kepala sekolah pemegang kekuasaan di sekolah sudah tentu perlu mengawasi, mengkoordinasi, dan memadukan semua kegiatan yang berlangsung di sekolah, termasuk juga terhadap sajian pelajaran yang diberikan harus sesuai dan persis dengan kurikulum. Guru dituntut untuk bekerja sebagaimana budak dalam kurikulum dan tidak memberikan kebebasan pada guru dalam mengajar. Jika tidak sama dengan kurikulum, maka kepala sekolah bisa memberikan sanksi-sanksi tertentu. Seharusnya para guru memiliki kebebasaan yang sepantasnya mengenai pengembangan proses pembelajaran di kelas. Adanya kekuasaan tersebut merupakan sumber kekecewaan para guru dan itu dapat mengacaukan pengajaran di kelas karena adanya jarak sosial dan hubungan yang kurang erat antar guru dan kepala sekolah.
3.             Konflik (guru dgn murid) norma anak yang menyendiri
Sumber ketegangan lain adanya perbedaan norma antara yang dianut guru-guru dengan norma yang dianut siswa didalam hubungannya dengan perilaku siswa. Adanya kerangka acuan yang berbeda antara guru dan murid memang terjadi pada kebanyakan kelas.
Para guru mengharapkan murid berprestasi sebaik mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki, namun para siswa tidak seberapa tahu dengan apa yang menjadi harapan pengajaran tadi. Dan tidak adanya kebermaknaan dalam proses pembelajaran. Para siswa lebih berorientasi pada nilai-nilai dikalangan mereka sendiri daripada secara semangat mengikuti apa yang diinginkan guru.
Telaah sosiometrik mengungkapkan bahwa ruang kelas, didalamnya terdapat anak-anak idiola dan penyendiri; mengenai para guru hasil penelitian menunjukkkan bahwa kerapkali guru tidak mengetahui hubungan-hubungan antar pribadi dikelas.
Mereka tidak menunjukkan kepekaan yang tinggi mengenai bagaimana sesungguhnya para muridnya berinteraksi diantara satu dengan yang lainnya, dan mereka sering kali membiarkan pribadinya bias dalam menghadapi para siswanya ketimbang menggunakan sumber-sumber potensial yang menyebabkan ketegangan kejiwaan guru pengajar di kelas, salah satunya karena benturan antara struktur otoritas sekolah dengan status profesional guru itu sendiri.
Anak-anak penyendiri dikalangan teman-teman sekelasnya, ditunjukan betapa besar pengaruh kekuatan kelompok teman sekelas terhadap anak-anak penyendiri tersebut. Rintangan untuk menyembuhkan kemenyendirian tersebut bukanlah terletak didalam anak itu sendiri, tetapi malah di dalam konteks kelas itu sendiri. Implikasi penting seharusnya guru dapat dan petugas konseling dapat mensikapi anak penyendiri. Selama ini hanya ditangani dengan bimbingan individual padahal sebenarnya iklim kelempoklah penyembuhan anak penyendiri tersebut. Unutk itu guru harus dapat mengeksplorasikan bagaimana adanya kehidupan kelas sebagai suatu sistem sosial yang baik.
Jadi guru seharusnya berupaya bisa seefektif mungkin dalam mendidik siswanya dan  bisa membendung kekuatan kelompok yang bisa mengacaukan arah pembinaan anak didik serta berupaya mengubah nilai-nilai dan normayang kurang sehat di kalangan paara siswa itu sendiri.
C.        Lingkungan Eksternal Persekolahan
Kita tahu bahwa sekolah bernaung dalam suatu wilayah eksternal yang dihuni oleh kumpulan manusia bernama masyarakat. Gejala timbal balik baik dari sekolah kepada masyarakat maupun sebaliknya merupakan realitas keseharian yang akan selalu terjadi. Keberadaan sekolah di lingkungan masyarakat kota akan jelas mempengaruhi orientasi pendidikan tersebut dibanding dengan sekolah yang terletak di pedesaan. Baik dari segi kuantitas peserta didik, maupun kompleksitas kegiatan yang terjadwal pada kegiatan-kegiatan akademik di sekolah.
Selain itu aspek kelas sosial juga memberikan pengaruh evaluasi belajar yang dilakukan oleh seorang guru. Hasil sebuah pengamatan ilmiah menegaskan ada hubungan kuat antara status orang tua siswa dengan prestasi akademis. Selain itu mobilitas aspirasi siswa, kecenderungan putus sekolah, partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, tingkah laku pacaran siswa serta pola persahabatan di kalanngan siswa tampaknya juga dipengaruhi oleh karakter sosial ekonomis orang tua siswa.[7]
Berikut ini beberapa implikasi yang menyebabkan terjadinya kontribusi, yaitu :
1.             Adanya perubahan-perubahan demografis di dalam sistem sosial yang lebih besar ( masyarakat ).
Secara material akan mempengaruhi komposisi kesiswaan pada suatu sistem persekolahan , dan karenanya mungkin sekali menuntun adanya modifikasi-modifikasi kurikulum.[8] Derasnya arus urbanisasi dari desa ke kota membawa pengaruh penting terhadap jumlah mereka yang membutuhkan persekolahan sehingga hal ini menyebabkan sekolah-sekolah di desa menjadi sepi murid sedangkan di sisi lain sekolah-sekolah di kota bisa tidak muat menampung arus peminat sekolah. [9]
Hal ini mengungkapkan betapa pentingnya suatu pendekatan tersendiri di dalam perencanaan persekolahan, baik untuk wilayah pedesaan maupun untuk wilayah perkotaan dan hal ini masih jarang di perhatikan.
2.             Struktur kelas sosial di masyarakat.
Kebanyakan aspek-aspek dalam penunaian fungsi persekolahan di pengaruhi oleh fenomena kelas sosial. [10]
3.             Struktur kekuasaan di masyarakat.
Pengelolaan program pendidikan di sekolah-sekolah membutuhkan topangan dana yang tidak sedikit dan hal tersebut mempengaruhi mutu pendidkan.[11]
4.             Penganalisaan mengenai rantai penghubung antara sekolah dengan masyarakat.
Penelitian sosiologis telah menunjukkan pengaruh dari tingkah laku para anggota Badan Pertimbangan Sekolah dan motivasinya untuk menduduki jabatan tersebut terhadap penampilan dan kepuasan kerja para penilik Kepala. Pengaruh faktor-faktor lain, seperti agama, pekerjaan, dan penghasilan terhadap para anggota badan Pertimbangan Sekolah juga ikut diteliti. Begitu pula halnya dengan tekanan dari anggota badan Pertimbangan Sekolah terhadap para administrator pendidikan. [12]
5.             Benturan konflik antarperan tenaga kependidikan dengan posisi-posisi lain di masyarakat.
Getzel dan Guba menemukan bahwa banyak harapan-harapan yang terkait dengan posisi guru, pada kenyataannya telah berbenturan dengan harapan posisi lain di luar persekolahan.[13]
Melalaui analisis sosiologis, para praktisi pendidikan bisa secara realistis peka mengkaji kekuatan-kekuatan majemuk yang berlangsung dalam konteks penyelenggaraan pendidikan. Dengan kekuatan analisis-analisis sosiologis para praktisi pendidikan bisa lebih jeli memperhitungkan faktor-faktor organisasi, budaya, dan personal di lingkungan kerjanya masing-masing.



[2] Drs. Sanapiah Faisah, Sosiologi Pendidikan, (Surabaya : Usaha Nasional)h.66-67
[3] ibid
[5] Drs. Sanapiah, opcit, h.72
[6] Drs.Sanapiah, opcit, h.73
[8] Drs.Sanapiah, opcit, h.76
[10] ibid
[11] ibid
[12] ibid
[13] Drs.Sanapiah,opcit,  h.78

Wednesday, January 25, 2012

Seluruh Nafas Ini :*

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
aku tak kan lupa, tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
saat ku tertatih tanpa kau disini
kau tetap ku nanti ddemi keyakinan ini
jika memang dirimulah tulang rusukku
kau akan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini
kita telah lewati rasa yang pernah mati
bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
tanpa kita mencari jalan untuk kembali
takdir cinta yang menuntunmu kembali pada ku
disaat ku tertatih, tanpa kau disini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
jika memang dirimulah tulang rusukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini
dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
ini yang terakhir (aku meninggalkanmu)
tak akan ku sia-siakan hidupmu lagi

Monday, January 16, 2012

Tak Mungkin Lagi

Puisi ini nyentuh hati aku banget, tapi aku gak tau untuk capa,,jadi bagi capa yang merasa aja
hahaii :)

terimakasih karena pernah mencintai diriku
diriku yang tak secantik yang laen
aku berterimakasih karena pernah bertemu kamu
yang ku pinta kau menjaga dirinya dan tidak menyakiti hatinya
puisi ini khusus buat kamu
dari yang pernah mencintai mu dengan semua hatiku

tersentak aku seketika
seakan-akan tak percaya
saat ku lihat kau telah berdua
sebelum sampai diriku melepas rindu
tak satupun kata terucap
ketika ku tanya mengapa
airmata penyesalan mengalir deras
itu pun tak bisa kembalikan dirimu
ku maafkan semua ini
walau tak ingin lagi ku melihatmu
ku maklumi ketidaksabaranmu menanti
bejana cinta yg ku tinggal sesaat
sudahlah, lupakanlah
tak mungkin lagi kau ku miliki

Thursday, January 12, 2012

Sejarah Pendidikan Islam di Spanyol

A.    Islam Masuk ke Spanyol
Kondisi Spanyol prakedatangan Islam sungguh sangat memprihatinkan, terutama ketika masa pemerintahan Raja Gothic yang melaksanakan pemerintahannya dengan besi. Kondisi ini menyebabkan rakyat spanyol menderita dan tertekan. Mereka sangat merindukan datangnya kekuatan Ratu Adil sebagai sebuah kekuatan yang mampu mengeluarkan mereka saat itu.

Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia, yang diambil dari  sebutan tanah semenanjung Iberia. Julukan Andalusia ini berasal dari kata Vandalusia, yang artinya negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan semenanjung ini pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum mereka dikalahkan oleh bangsa Gothia Barat pada abad V. Daerah ini dikuasai oleh Islam setelah penguasa Bani Umayyah merebut tanah semenanjung ini dari bangsa Gothi Barat pada masa khalifah Al-walid ibn Abdul Malik.
Islam masuk ke Spanyol (Cordoba) pada tahun 93 H (711 M) di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad yang memimpin angkatan perang Islam untuk membuka Andalusia. Andalusia dapat ditaklukkan dengan mudah oleh Thariq bin Ziyad bersama panglimanya yang bernama <ughith Ar-Rumi ke Cordoba yang membawa 700 orang pasuan berkuda.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam  memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol itu dapat dibagi empat periode, yaitu :
1.    Periode Pertama (711-755 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang dingkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum terkendali gangguan keamanan masih banyak terjadi di beberapa wilayah, karena pada masa ini adalah masa peletakan dasar, asas dan tujuan invansi Islam di Spanyol. Hal ini ditandai dengan adanya gangguan dari berbagai pihak yang tidak senang terhadap Islam. Sentralisasi kekuasaan ini masih di bawah Daulat Umayyah di Damaskus.
2.    Periode kedua (755-912 M)
Islam di Spanyol memberi pengaruh yang besar dalam kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan di Eropa. Baik dari politik maupun peradaban. Abdur Rahman Ad-Dakhil mendirikan mesjid Cordoba dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol.
3.    Periode ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung dimulai dari pemerintahan Abd Al-Rahman III yang bergelar “An-Nasir” sampai munculnya Muluk al-Thawaif (raja-raja kelompok). Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar “khalifah”. Islam mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi Daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd Al-Rahman mendirikan Universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku.
Prestasi umat Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan kerja keras melalui beberapa tahap sistem pengembangan, baik melalui adaptasi maupun adopsi. Apa yang mereka lakukan tersebut sejalan dengan istilah sekarang yaitu islamisasi ilmu pengetahuan yang berasal dari khazanah non Islam.
4.    Periode keempat (1013-1086 M)
Pada peride ini Spanyol terpecah menjadi lebih dari tigapuluh negara kecil di bawah Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah perintah raja-raja golongan. Pada masa ini umat Islam di Spanyol mengalami pertikaian internal.


B.    Pendidikan Islam di Spanyol
Meskipun terdapat persaingan antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol, namun hubungan budaya antara timur dan barat tidak selalu berupa peperangan. Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan yang sangat brilian dalam bentangan sejaarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa pada abad XII. Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman.

Kekuatan intelektual muslim Spanyol sebenarnya baru dimulai pada abad kesepuluh, tetapi konstribusinya yang paling signifikan baru dilakukan selama periode paruh terakhir pada abad kesebelas hingga pertengahan abad ketiga belas. Pada saat ini Spanyol telah memantapkan bangunan fondasinya dalam dunia ilmu pengetahuan, yang telah dirintisnya beberapa waktu sebelumnya, termasuk diantaranya adalah dengan mulai masuknya Islam sejak abad ke VII.

Guna melakukan sosialisasi ilmu pengetahuan lebih lanjut, khalifah Abdul Rahman III mencoba merintisnya dengan mendirikan Universitas cordova sebagai pusat ilmu pengetahuan. Universitas ini mengambil tempat di sebuah mesjid. Pada masa pemerintahan Al-Hakam II (961-976 M), universitas tersebut diperluas lokasinya, dan bahkan mendatangkan para profesor dari timur (Al-azhar dan Nizamiyah) sebagai dosen undangan untuk memberikan perkuliahan disana.
Pola lembaga pendidikan yang ditawarkan pada masa itu telah emiliki kesamaan stratifikasi dengan pendidikan saat ini. Kesamaan itu adalah dengan diterapkannya tingkatan-tingkatan kelas tertentu dalam proses pendidikannya.

Lembaga pendidikan Spanyol Islam tidak bersifat parsial, akan tetapi bersifat integral. Sistem pendidikannnya tidak mengenal “isme” tertentu. Semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam pendidikan. Pendidikan Spanyol Islam memberlakukan kurikulum universal dan komprehensif. Artinya, menawarkan materi pendidikan agama dan umum secara integral pada setiap tingkatan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Metode yang biasa diterapkan, dapat dibagi kepada 2 macam, yaitu :
1.    Metode bagi pendidikan formal. Pada pendidikan ini guru di atas podium. Ia memberikan materi pelajaran dengan membacakan manuskrip. Setelah itu guru menjelaskan kemudian materi itu di diskusikan bersama. Para pelajar diberikan kebebasan untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat, bahkan diperkenankan untuk berbeda pendapat.
2.    Metode pendidikan bagi pendidikan non formal, baik di istana maupun di luar istana. Model pendidikan ini menggunakan metode halaqah. Posisi guru berada di antara para pengunjung.
Berbagai khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.

Pada dunia pendidikan Islam, yang di kawasan Timur mulai dikenal dengan madrasah, namun istilah madrasah ini belum banyak dikenal di kawasan Andalusia. Mesjid dan perpustakaan masih menjadi basis dalam pengembangan dunia ilmu pengetahuan. Istilah madrasah dikenal di Andalusia hingga abad ke 13 M. Baru pada pertengahan abad ke 14 M, sebuah bangunan madrasah yang besar didirikan di Granada oleh penguasa Nasrid, yaitu Yusuf Abu al-Hajjaj pada tahun 750 H. Pembangunan madrasah di Granada tersebut akhirnya menjadi contoh bagi pendirian madrasah-madrasah di tempat lain di Andalusia.
Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol terbagi 2 bagian yaitu :

1.    Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran yang meliputi fiqih bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.

a.    Fiqih
Spanyol Islam menganut mazhab maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi fiqih dari mazhab Imam Maliki. Ahli fiqihnya antara lain Abu Bakr ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.

b.    Bahasa dan Sastra
Karena bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dan bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Bahasa Arab ini diajarkan kepada murid-murid dan para pelajar, baik Islam maupun non Islam. Diantara ahli bahasa yang termasyur ialah Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah.

c.    Musik dan Kesenian
Syair merupakan ekspresi utama dari peradaban Spanyol. Pada dasarnya sya’ir Spanyol didasarkan pada model-model sya’ir Arab yang membangkitkan sentimen prajurit dan interes faksional para penakluk Arab.

2.    Pendidikan Tinggi
Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketiga belas. Bani Umayyah yang berada dibawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan kepada para sarjana.
Ia telah membangun Universitas Cordova berdampingan dengan mesjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya, yaitu Al-Azhan dan Nizhamiyah. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar 4 juta buku. Mata kuliah yang diberikan di universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi.

a.    Filsafat
Atas inisiatif Al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah abu Bakr Muhammad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah dll.

b.    Bidang sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Farnas termasyur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia adalh orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu dll.
Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam melahirkan Ibn Jubair dari Valencia menulis tentang negeri-negeri muslim di Mediterania dan Sicilia dll




C.    Faktor-faktor Pendukung Kemajuan Pendidikan Islam di Spanyol dan Meredupnya Pengaruh Islam.

Faktor-faktor pendukung kemajuan pendidikan Islam di Spanyol yaitu :
1.    Adanya dukungan dari para penguasa. Kemajuan Spanyol Islam sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa serta mencintai ilmu pengetahuan, juga memberi dukungan dan penghargaan terhadap para ilmuwan dan cendikiawan.
2.    Didirikannya sekolah-sekolah dan universitas di beberapa kora Spanyol. Serta dibangunnya perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku yang cukup banyak.
3.    Banyaknya para sarjana Islam yangdatang dari ujung Timur sampai ujung Barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan bermacam gagasan
4.    Adanya persaingan antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol dalam biadang ilmu pengetahuan dan peradaban.

Faktor kemunduran Spanyol, antara lain :
1.    Adanya keretakan antara kelas atas dan bawah dimana tidak adanya komunikasi politik yang intensif. Antara pegawai istana, ulama dan penguasa ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang erat dengan masyarakat malah lebih mengutamakan dan selalu bergantung pada pemerintahan.
2.    Karena secara alamiyah wilayah Spanyol bergunung-gunung, dan secara demografis sudah terbentuk berbagai komunitas politik kesukuan, upaya menyatukan wilayah memang menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Kedua hal inilah yang mudah dimanfaatkan untuk memunculkan gerakan tokoh-tokoh lokal, raja-raja kecil, sebuah alasan politik untuk mensejahterakan rakyat-rakyat di daerahnya masing-masing.

Kekalahan-kekalahan muslimin terhadap orang kristen Spanyol turut memengaruhi kehidupan dunia pendidikan Islam dikawasan Andalusia. Pengusiran-pengusiran yang dilakukan oleh penguasa Kristen Spenyol telah berpengaruh besar, bukan saja terhadap kehidupan dunia pendidikan Islam, namun juga umat Islam di Spanyol.

Pada tahun 1609 M dapat dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Dengan demikian, dunia pendidikan Islam, khususnya madrasah hanya berjalan sebentar saja di Andalusia, yaitu kurang lebih selama atu setengah abad. Hal ini juga tidak terlepas dari pasang surutnya dunia Islam di Spanyol saat itu. Namun besarnya peranan Spanyol mengantarkan dunia Eropa memasuki periode baru yaitu masa kebangkitan.

Tuesday, January 10, 2012

Sumber-Sumber Hukum Islam

1.    Ijma
Kata ijma’ secara bahasa berarti “kebulatan tekad terhadap suatu persoalan” atau “ kesepakatan tentang suatu masalah”.  Ijma ialah kesepakatan para mujahit dalam suatu masa setelah wafatnya Rasulullah SAW, terhadap hukum syara’ yang bersifat praktis.
Ijma’ terbagi menjadi dua, yaitu ijma sarih (tegas) dam ikma’ sukuti (persetujuan yang diketahui lewat diamnya sebagian ulama).
1.    Ijma’ sarih adalah kesepakatan tegas para mujtahid di mana masing-masing mujtahid menyatakan persetujuannya secara tegas terhadap kesimpulan itu.
2.    Ijma’ sukuti adalah bahwa sebagian besar ulama mujtahid menyatakan pendapatnya, sedangkan ulama mujtahid lainnya hanya diam tanpa komentar.
Berikut ini adalah contoh-contoh ijma’ :
1.    Kesepakatan para ulama atas keharaman menikahi nenek dan cucu perempuan.
2.    Kesepakatan ulama bahwa nenek menggantikan ibu bilamana ibu kandung dari si mayit sudah wafat dalam hal mendapat harta warisan.
3.    Ia menghukumkan halal daging kuda dengan jalan perbuatannya.
2.     Qiyas
Qiyas menurut bahasa berarti “mangukur sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk diketahui adanya persamaan antara keduanya”.  Qiyas merupakan aktivitas akal, maka ada beberapa ulama yang berselisih paham dengan ulama juhur, yakni mereka tidak mempergunakan qiyas.  Qiyas yang dimaksud dalam hukum fiqih adalah mempersamakan hukum sesuatu dengan yang lainnya karena dianggap memiliki persamaan sifat yang dikandungnya.
Rukun Qiyas yaitu :
1.    Al-ashl adalah sumber hukum yang berupa nash-nash yang menjelaskan tentang hukum, atau wilayah tempat sumber hukum.
2.    Al-Far’ adalah sesuatu yang tidak ada ketentuan dengan nash.
3.    Al-Hukm adalah hukum yang dipergunakan qiyas untuk memperluas hukum dari asal ke far’.
4.    Al-‘Ilat adalah alasan serupa antara asal dan far’.
Berikut contoh-contoh qiyas yaitu :
1.    Menqiyaskan hukum haram memukul orang tua kepada hukum haram mengatakan “ah”
2.    Haram membakar harta anak yatim sama dengan memakan harta anak yatim.
3.    Menqiyaskan pembunuhan dengan memakai benda tumpul kepada pembunuhan dengan memakai benda tajam.
4.    Menqiyaskan wajibnya zakat terhadap harta orang yang belum dewasa dengan harta orang yang telah dewasa.
4.    Istishan
Dari segi bahasa istishan berarti menganggap sesuatu baik, yang terambil dari kata al-husnu(baik).  Istihsan adalah penetapan hukum dari seseorang mujtahid terhadap suatu masalah yang menyimpang dari ketapan hukum yang diterapkan pada masalah-masalah yang serupa, karena ada alasan yang lebuh kuat yang menghendaki dilakukannya penyimpangan itu.
Berikut ini contoh istishan yaitu :
1.    Makan dalam keadaan lupa di siang hari Ramadhan merusak puasa seseorang karena telah rusak rukun dasarnya. Namun hadist rasulullah menegaskan bahwa makan dalam keadaan lupa di siang hari Ramadhan tidak membatalkan puasa.
2.    Memperjual belikan benda yang belum ada waktu melakukan akad dilarang dalam hadist Rasulullah. Namun itu dibolehkan sebagai hukum pengecualian.
3.    Hukum air yang telah dijilati oleh burung buas. Karena binatang buas termasuk haram maka air liurnya pun haram dan hukum air tersebut haram.
5.    ‘Urf
Kata ‘urf secara etimologi berarti “sesuatu yang dipandang baik dan diterima oleh akal sehat”.  ‘urf adalah bentuk-bentuk hubungan kepentingan yang telah menjadi adat kebiasaan dan telah berlangsung di tengah masyarakat.
Macam-macam ‘urf yaitu :
1.    Al-‘Urf-‘Am (adat kebiasaan umum), yaitu adat kebiasaan mayoritas dari berbagai negeri di satu masa.
2.    Al-‘Urf al-Khas (adat kebiasaan khusus), yaitu adat kebiasaan yang berlaku pada masyarakat atau negeri tertentu.


Berikut contoh ‘urf :
1.    Kebiasaan di satu masyarakat dalam melakukan jual beli kebutuhan ringan sehari-hari seperti garam, tomat, dll dengan hanya menerima barang dan menyerahkan uang tanpa mengucapkan ijab kabul.
2.    Kebiasaan untuk tidak menggunakan daging kepada jenis ikan.
3.    Kebiasaan dimana istri sebelum menerima maharnya secara penuh, dan apa yang diberikan pihak lelaki kepada calon istrinya ketika meminangnya, dianggap hadiah bukan dianggap mahar.
4.    Mengibarkan bendera setengah tiang menandakan duka cita adanya kematian orang yang dianggap terhormat.
5.    Mengadakan acaran syukuran ketika bayi ada dalam kandungan ibu berusia 7 bulan/nuju bulan.
6.    Cara berpakaian yang sopan dalam acara pengajian.
7.    Adat gono gini di jawa.
6.    Istishab
Kata Istishab secara etimologi berarti “meminta ikut serta secara terus menerus”.  Istishab adalah dalil yang  memandang tetapnya suatu perkara selama tidak ada sesuatu yang mengubahnya. Dalam pengertian bahwa ketetapan di masa lampau, berdasarkan hukum asal, tetap terus berlaku untuk masa sekarang dan masa mendatang.
Berikut ini contoh istishab yaitu :
1.    Babi dianggap haram karena ada hadist yang menjelaskan
2.    Cacing dianggap haram untuk dimakan karena ada hadist yang menjelaskan dan dia termasuk ke dalam hewan yang menjijikkan.
3.    Di bolehkannya memakan belalang dan bangkai ikan karena ada hadist yang menjelaskannya.
4.    Hak milik seseorang akan menjadi haknya sekarang sampai adanya keadaan yang mengubahnya.
5.    Dulu tidak pernah ada hukum yang menyatakan puasa di bula Syawal wajib hukumnya, begitu pula masa sekarang.
6.    Seseorang yang memiliki wudhu pada shalat zuhur, dapat digunakan pada shalat ashar sebelum adanya keadaan yang berubah.
7.    Syar’u Man Qablana
Syar’u man qablana artinya syariat atau ajaran-ajaran nabi-nabi sebelum Islam yang berhubungan dengan hukum.  Contoh syar’u man qablana adalah puasa yang ada pada masa nabi Ibrahim dan hukum qhisas pada masa nabi Musa.
8.    Maslahah Mursalah
Maslahah mursalah menurut istilah terdiri dari dua kata, yaitu maslahah dan mursalah. Kata maslahah menurut bahasa berarti “manfaat”, dan kata mursalah berarti “lepas”. Marsalah mursalah berarti sesuatu yang dianggap maslahat namun tidak ada ketegasan hukum untuk merealisasikannya dan tidak pula ada dalil tertentu baik yang mendukung maupun yang menolaknya.
Berikut contoh marsalah mursalah yaitu :
1.    Diperintahkan berijtihad untuk memelihara agama dari rong-rongan musuhnya.
2.    Diwajibkan hukum qishasuntuk menjaga kelestarian jiwa.
3.    Ancaman hukuman atas peminum khamar untuk memelihara akal.
4.    ancaman hukuman zina untuk memelihara kehormatan dan keturunan.
5.    Ancaman hukum mencuri untuk menjaga harta.
6.    Peraturan lalu lintas dengan segala rambu-rambunya.
7.    Adanya lembaga peradilan.

Saturday, December 31, 2011

kenangan 2011 n move on to 2012

Sepenggal Kisahku 

Gak nyangka ya sekarang sudah detik-detik pergantian tahun, gak ada yang special malam ni, jadi yang mau ku ceritakan bukan kejadian malam ini. Tapi seputar kisah singkatku sampai detik ini. Dari kisah baik sampai kisah buruk. Penasaran kan??? Inilah kisah ku.

Di awal tahun 2011, aku masih kelaz 3 semester 2. Terlalu banyak tantangan serta ujian yang dihadapi, sampai aku lulus dengan nilai yang lumayan baik. Merayakan perpisahan yang hampir aja aku gak ikut karena masalah keluarga. Dan berbagai konflik dengan alkena. Gak lupa pula oprasi sebelum ujian UN. Semuanya bagiku menarik sampai pengambilan ijazah dll. Selama liburan aku Cuma di rumah aja, gak lupa pula ngerayain ultah mantan aku tgl 10-05. Baru kali ini pula aku mudah banget izin ma ortu untuk urusan cowok. Bahkan di kasih duit (sempet mikir ortu aku kesambet dedemit di pohon belakang..hahaha). tau gak pergi ke kamparnya pake apa???super ban bo!!!mimpi apa aku ya???haha. asik banget ngerayainnya, walaulah sebenarnya aku malu karena gak terlalu dekat dengan keluarganya.

Di satu sisi, tahun ini adalah ulang tahun terburuk ku, gimana gak buruk kalau orang yang kita sayang gak ada sama kita, alias PUTUS. Ulang tahun kali ini terlalu berkesan+menyedihkan banget. Aku bertekad gak ada kata ulang tahun dalam hidupku. Dia yang membuat semua arti ulang tahun gak bermakna (hiks...hiks...). bisa bayangin donk gimana perasaan aku??? (jadi mau nangis dech :’( ). Mungkin semenjak kejadian itu, aku bukanlah cewek yang kuat dan tegar (gimana mau tegar kalau sedikit2 nangis???). untungnya banyak banget yang mensupport aku.

Oia...balik dulu ke masalah kuliah aku, aku mengambil jurusan PAI. Untungnya aku lulus SNMPTN undangan, jadinya gak perlu capek2 lagi. Sayang banget disaat aku butuh kuliah untuk bisa buat ku lupa dengan mantan aku yang nyebelin itu, malah kul nya yang masuk lama (huftt....).
Next....yang buat sejarah 2011 aku makin tragis adalah mntan aku itu lho..cepat banget dapat pengganti yang gak lain dan gak bukan kawan SMA aku. Mungkin kalau dia dapat yang lain, aku gak masalah. Dan bayangin aja, dia pacaran sama cewek tu 22hari setelah kami putus (kurang ajar banget kan???yang ceweknya lagi lebih parah  ). Aku gak habis pikir kenapa dia bisa secepat itu dapat pengganti, padahal kami tu berhubungan bukan seumur jagung tapi mau hampir 2 tahun. (bisa bayangin kan??). dia pacar pertama aku koq tega gitu sama aku. Yang lebih tega lagi ceweknya, koq mau-mau aja. Padahal cewek itu tahu gimana sayangnya aku.( kalian tahu kenapa???yuppsss....karena dia mnyukai mntan aku itu udah lama. Karena masih sama aku aja makanya gak bisa berbuat apa2). Tapi sudahlah ya...gak usah dibahas lagi yang menyedihkan itu.

Lama aku bisa bangkit dari keterpurukan lho. Sampai akhirnya aku berpikir gak ada gunanya aku begini terus. Dan tepat tanggal 14-10-11 aku pacaran lagi sama seseorang.( tentu aja sama orang masa sama hantu...haha,,). Dia adalah abang aku (eitsss...bukan abang kandung lho tapi bisa dibilang aku aja yang anggap abang karena sifatnya. Dia gak tahu anggap pha..haha). dia sangat baik sama aku. Sampai kami putus pun dia gak pernah nyakitin aku (kalau gak pernah nyakitin kenapa putus ya???haha). tepat tanggal 20-12, bisa dibilang 2 bulan 6 hari kami putus, tapi bukan karena konflik lho (enak aja yang mikir karena konflik). Tapi karena ada malaikat yang masuk kedalam jiwa kami. Tu pun setelah mengikuti training THE POWER OF LOVE. Baru kali ini aku sadar bahwa gak ada gunanya pacaran, dan jodoh tu dah ditentuin, so buat pha pacaran???hanya untuk buat orang tmbah sakit hati+memperbanyak dosa???oh my god,,gak lah y. Keputusan itu kami ambil berdua. Dan sampe detik ini, komunikasi masih berjalan baik. Aku juga masih nunggu tu jodoh, kapanlah ya ngampirin aku???pake umpet-umpetan lagi,,gak asik mah jodoh ni. Tapi aku tetap nunggu kamu walaupun kau diseberang sana (sok puitis bgt).

Kayaknya ada yang lupa dech. Tepat tanggal 12-12 aku ngerayain pacar ke2 Q ni yang sekarang dah jadi mantan (duhhh...ngerayain ultah orang yang aku sayang terus. Tapi ultah aku berantakan banget..hiks..hiks,,but aku ikhlas dan aku senang  ). Malam-malam kami ngerayain ultahnya, dan sekarang pun lebih mudah izinnnya (gimana gak mudah law kami tetanggaan, jalan bentar aja dah nyampe). Gak lupa pula aku undang kawan-kawan aku (malas bgt kan datang sendirian, harga diri bo!!!sok pake harga diri, tapi itulah aku, gak mau ke rumah pacar kalau gak ada temen. Kalau belum jadi pacar kan lain lagi, tapi gak pernah juga ahh). Rame yang datang, tapi kuenya kecil, aku gak nyangka yang datang bakal rame. Oia...aku juga ngundang mantan aku (bukan karena mau pamer lho!!tapi kepepet, karena aku ketemu paginya sama dia di kos kawan aku. Mau gak mau deh undang dia. Itu adalah tanda bahwa gak ada permusuhan diantara kami). Semua berjalan lancar bgt dech pokoknya.

Kayaknya ada yang lupa dech,,masalah kampus. Aku masuknya setelah lebaran. Temen aku baik-baik dan selama jomblo cukup banyak yang deketin (risih bgt karena gak suka dengan caranya). Di kampus, aku masuk kegiatan koran kampus (gagasan). Awalnya aku masuk sanggar, tapi kayaknya gak cocok buat aku, soalnya disana bebas kali pergaulannya (bukan berarti pke yang nmanya seks lho!!!cma aku gak suka aja kalau ce dan co udah pake pegang2, kalau hanya tangan gak phalah. Ni dah sampe baring dipaha ce pula+pijit2 paha ce, kan jadi gak enak diliat. Aku juga bukan orang yang alim-alim banget, tapi kalau udah kelewatan aku gak suka). Akhirnya aku mutusin Cuma ikut koran kampus, itu pun sibuk banget. Tapi always spirit dunk.

Harapan aku untuk tahun 2012 (bukan karena gak menghargai tahun baru Islam, tapi tahun baru Islam susah liad kalendernya, dan gak terlalu mudah melihat perubahannya). Aku mau menjadi yang makin terbaik, khususnya buat orang2 disekitar aku+ pasien cinta aku, gak malas mandi lagi (kalau bisa), mau ngejat target aku ikut SP, tetap pada niat gak mau pacaran dan nunggu sampe my heart aku datang (hehehe), intinya makin the best dech. Kayaknya udah cukup panjang deh aku cerita. Maklumlah...resume dari awal 2011 ampe skrg. Mudah-mudahan ombak yang kulalui dalam kehidupan ini gak terlalu susah untuk diarungi (sok puitis). Udah ahh..next in 2012 .

NB : semoga makin baik